Sunday, April 21, 2019

(Bahasa Indonesia) Review: Chin-Ma-Ya CBD Gading Serpong (NO PORK/NO LARD!)

Hey hooo!!

     Balik lagi nih sama review restaurant! Wohoooo! Kali ini aku mau kasih review restaurant ramen NO PORK NO LARD yang berlokasi di CBD Serpong. Iyes, ramen kali ini halal jadi buat teman muslim yang kepo ngga perlu khawatir deh. Buat kamu yang prefer non-halalnya pun ada, tapi beda lokasi (so aman sentausa ngga bakal kecampur halal/non halal), nanti aku kasih tau lengkapnya, jadi cus baca dulu yuk!


INFORMASI

Chin Ma Ya
No pork/No lard
Alamat:
Jl. Gading Serpong Boulevard Blok B4,
Curug Sangereng, Klp. Dua, 
Tangerang, Banten 15810
Phone: 0878-8176-2686

Harga: sekitar IDR 200-300k untuk dua orang.

Opening Hours:
09.00 – 24.00

    Jadi aku mau share review pengalaman aku makan di Chin-Ma-Ya CBD Gading Serpong beberapa saat lalu. Aku mampir ke sana pas kebetulan lagi staycation di Grand Zuri. Pulangnya mampir dulu buat nyobain ramen Chin-Ma-Ya ini. Yang aku cobain ya yang di CBD ya, soalnya aku muslim, jadi emang ngga konsumsi yang non halal hehe. Yang Chin-Ma-Ya CBD ini NO PORK/NO LARD, so tenang guys.

    Chin-Ma-Ya sendiri ini sudah hadir dari tahun 2002 di Jepang sana dan masuk juga ke Indonesia. Chin-Ma sendiri artinya Mabo Tofu, yang merupakan signature dish pada resto ramen Jepang kali ini. Uniknya, pada awal muncul Chin-Ma-Ya cuma jual Mabo Tofu dengan nasi doang! Untungnya sekarang menunya udah sangat variatif hehe. Plus, di Indonesia Chin-Ma-Ya hadir versi No Pork/No Lard-nya!

     Senang banget dengernya pas tau ada ramen authentic Jepang yang versi Halal, soalnya Chin-Ma-Ya sendiri awal masuk sini emang mengandung pork, sampai akhirnya dibikin yang No Pork No Lard. Buat yang mengandung Pork kamu bisa kunjungi restonya di Jl. Spring Boulevard, Ruko South Goldfinch, Blok E 1-5, Kawasan The Springs, Gading Serpong, Tangsel. Bedanya dengan yang No Pork No Lard, resto Chin-Ma-Ya non halal ini buka 24 jam guys! Seru ya, semoga next yang non halal pun bisa gitu hehe.

     Anyway, sepulang dari staycation di hari minggu, sebelum melipir ke IKEA, aku melipir dulu ke Chin-Ma-Ya buat makan siang. Aku ke sana sama Isa dan Ichi pastinya hehe. Walaupun ngga tau daerah sana, tapi resto ini gampang banget ditemukan dengan menggunakan GPS. Lokasinya itu nempel gitu sama pombensin kalau ngga salah.

     Dari luar restonya sekilas ngga kelihatan gede, tapi bertingkat. Awalnya aku kira malah cuma satu lantai, ternyata ada lantai duanya dan itu lumayan gede ternyata! Pas masuk ke dalam resto aku cukup kagum sama interiornya yang rapi dan apik ala Jepang gitu. Cozy banget deh!








    Awalnya aku milih duduk lantai satu (pas belum ngeh ini tu bertingkat), dekat dengan jendela biar terang dan aku milih yang dudukannya sofa biar nyaman. Tapi pas tau ada lantai dua dan ternyata di lantai dua ambience-nya lebih cakeps lagi, akhrinya aku pindah hahhaa. Di lantai dua ada banyak pilihan tempat, dari yang bangkunya kaya restaurant biasa dan ada juga ruang Tatami!



     Selain itu, di lantai dua ternyata ada ruang meeting yang lumayan gede lho! Unik banget restaurant jepang satu ini punya ruang meeting yang bagus, lengkap sama projector nya, layar dan juga papan tulis dari kaca gitu. Ruang meetingnya sendiri ada 2 ruang meeting yang disebut dengan Kyoto Room (kapasitas 8 orang, IDR 350k.jam) dan Sapporo Room (kapasitar 12 orang, IDR 500k/jam. Aku foto-in untuk ruang meeting Sapporo Roomnya, kece ya!






     Ngga cuma itu, resto Jepang super apik ini juga dilengkapi dengan function room yang bisa menampung 30-50 orang. Sayangnya aku ngga foto function room ini karena aku lihat ada yang masuk ke sana, takutnya lagi ada urusan/acara disitu hahaha. Kan kocak kalau aku main buka-buka random. Tapi ini aku share foto penampakan Kyoto Room dan juga function room-nya yang aku ambil dari IG nya Chin-Ma-Ya.



     Terus, disediakan juga smoking room di lantai 2 (jadi jangan rese ngerokok sembarang ya). Plus, toiletnya juga bersih dan rapi, tanpa bau. Jadi kondisi restonya sangat-sangat nyaman pada saat itu. Nyaman juga untuk bawa bayi/anak (walaupun agak susah bawa stroller ke atas karena pakai tangga, tapi mas-masnya helpful kok).






     Anyway, akhirnya aku memilih untuk duduk di ruang tatami karena kayanya lebih enak dan private. Apalagi kan bawa-bawa Isa, ribet banget kalau sepanjang makan dia di stroler doang (bisa drama doi). Sementara saat di ruang tatami dia bisa main-main dengan bebas. Isa suka banget nongkrong di jendelanya situ haha.  Dan jangan panik, ruang tataminya ada 6 guys, jadi kalau kamu mau coba kemungkinan besar bisa available untuk ditempati.  Oya, interior ruang tataminya pun apik bangettt, berasa lagi di Jepang aja gitu.

     Tapi, ngga full lesehan ya di sini, soalnya ada ruangan buat kakinya. Aku sih ngga keberatan, karena kalau kelamaan duduk lesehan juga pegel kaki. Dengan adanya ruangan buat kaki, menurut aku jadi lebih nyaman aja, mau duduk kaki ala lesehan atau mau kaki selonjorin ke bawah terserah kita aja. Oya, disediakan juga cushion / bantal duduk (zabuton) yang cukup nyaman, jadi pantat ngga pegel juga langsung bersenggolan sama lantai hehe.

     Meja yang ada di dalam tatami room juga lumayan gede, jadi masih bisa lah buat 4-8 orang makan di dalam situ menurutku. Pintu tatami room sendiri bisa ditutup karena emang maybe biar kaya private gitu kan. Tapi ya ngga private-private banget juga soalnya lapisan dindingnya ngga begitu tebal. Selain itu enaknya di dalam tatami room adalah kamu bisa request kalau mau kecil/gedein AC. Saat itu aku minta dikecilin karena angin AC nya lumayan kencang. Kamu juga ngga perlu khawatir kebingungan manggil pelayannya, karena disediakan tombol bell di atas meja. Nyaman deh.







     Setelah nyaman atur posisi, finally aku mulai lihat-lihat menu yang diberikan oleh mas nya. Karena banyaknya pilihan ramen dan makanan lainnya yang kelihatan enak-enak semua, akhirnya aku sama Ichi bingung hahaha. Akhirnya kita coba ramen yang rekomennya (sesuai tulisan di menu) dan satu lagi rekomen dari mas-masnya, katanya ini ramen salah satu best sellernya (tapi aku mesannya belakangan pas make sure perut masih muat hahaha).



     Akhirnyaaaa, ini dia menu pilihan yang kami pesan:
- Tan Tan Men
- Chi-Ma Men 
- Paitan Ramen 
- Chicken Karaage Curry Rice 
- Yaki Gyoza 
- Maccha Daifuku 
- Iced Lychee Tea 
- Iced Maccha Milk 
- Genmaicha (Hot)


     Makanan dan minumannya sendiri disajikan dalam rentang waktu yang cukup cepat, jadi ngga kelaparan nunggu. Oya, kami sengaja mesan yang size small (isinya pun lumayan kok kalau buat aku) karena emang mau mencoba beberapa menu. Kalau pesan yang reguler takut ngga abis. Soalnya ini aja kami sampai full bangetttt hahaha.


TASTE

Appetizer

Yaki Gyoza 
(IDR 35k - Small | IDR 51k - Regular)

     Gyoza di Chin-Ma-Ya lumayan gede dan isinya padet! Untung ngga mesen yang isi 6, bisa kekenyangan haha. Jadi aku pesan yang Yaki Gyoza, itu isi gyozanya ayam cincang dan sayuran. Ada juga yang isi Ebi, cuma aku lagi kepengen yang ayam. Kulit gyozanya lembut dan isinya padat. Rasanya pas dan enak, ngga terlalu berminyak juga, pas deh. Aku sama Ichi suka banget ama Gyoza-nya. Eh tapi kayanya pas itu ngga ada dipping sauce-nya deh, apa aku yang ngga ngeh.



Main Course

Tan Tan Men 
(IDR 43k - Small | IDR 62k - Regular)

    Tant Tan Men ini adalah spicy sesame-based chichken soup ramen dengan ground chicken. Jadi kuahnya lumayan kental, ditaburi dengan sayur dan juga daging cincang gitu. Aku sendiri mesan Tan Tan Men ini karena di menunya ramen yang ini tulisannya "Signature Dish", jadi aku kepo deh.



     Sayangnya rasanya kurang cocok dilidahku dan Ichi, walaupun sebenarnya enak. Kalau Ichi merasa kaya ada rasa pahit kacangnya gitu, maybe ini dari wijennya kali ya. Dan kaldunya ini creamy kaya makanan bersantan gitu dan kuahnya emang merah karena rasanya lumayan pedas (tapi ngga banget kok). Mie nya sendiri kekenyalannya pas dan enak.

     Walaupun rasanya cukup unik dan lumayan enak, tapi bukan ramen yang bakalan aku pesan lagi dikemudian hari karena ada ramen lain di menu Chin-Ma-Ya yang lebih aku suka. Jadi ini lebih kaya ke biasa aja. Tapi ini sih preferensi masing-masing aja sih. 


Chin-Ma Men 
(IDR 38k - Small | IDR 45k - Regular)

    Ini aku juga pesan karena ada label "Signature Dish"nya. Dan benar, kata mas-masnya Mabo Tofu yang terdapat di dalam ramen ini emang signature dish Chin-Ma-Ya dan cukup best seller. Chin-Ma Men ini adalah salt based chicken soup ramen dengan Chin-Ma-Ya signature Mabo Tofu. Mabo Tofu itu semacam tumisan tofu yang agak pedas gitu guys. Tapi yang ini ngga begitu pedas kok.



     Rasanya? Ternyata aku dan Ichi suka! Mabo Tofu nya enakkk, jadi nyesel juga ngga pesan yang Mabo Tofu + Nasi, pasti mantep. Oya, jadi ini topingnya emang si Mabo Tofu nya aja, tanpa ayam/daging gitu. Tapi enaakkk! Kaldunya juga cukup kental dan kekenyalan mie nya juga pas.


Paitan Ramen
(IDR 48k - Small | IDR 65k - Regular)

    Paitan Ramen sendiri itu ramen dengan thick white chicken soup ramen dengan roast chicken. Kaya ramen original gitu kali ya. Ini awalnya aku hampir ngga jadi nyobain. Karena walaupun kata mas-masnya ini salah satu best seller, tapi karena udah pesen banyak, takut ngga abis. Eh abis nyobain ramen yang lain Ichi bilang masih penasaran, akhirnya kita pesan deh yang small hahaha.


     Ternyata enak banget guys! Untuuuung aja akhirnya kita pesan ini juga, kalau ngga nyesel deh. Ini rasanya kaya original ramen gitu dengan kuah kaldu yang kental dan rasanya itu rich banget. Kaldunya juara deh pokonya. Mie nya sama kaya ramen sebelumnya, kenyalnya pas. Selain itu daging ayamnya juga super lembut bikin nagih. Kalian harus nyobain ini deh kalau ke Chin-Ma-Ya. Kaldunya bikin terngiang haha.


Chicken Karaage Curry Rice
(IDR 38k - Small | IDR 65k - Regular)

     Untuk menu ini aku pesannya di awal barengan Tan Tan Ramen dan Chin-Ma Men, soalnya Ichi mau nyobin menu nasinya juga dan dia kepo sama curry nya. Curry yang kita pesan yang Karaage, karena Ichi emang lebih suka Karagee dibanding Chicken Katsu (ada yang Niku dan Omelette Curry juga).



     Ngga nyesel juga pesen Karaage Curry ini soalnya enak. Daging ayam Karaage nya itu dalamnya lembut, tapi bagian kulit/luarnya krispi, enak deh. Ichi suka banget sama Karaage Chin-Ma-Ya ini. Bumbu curry-nya pun rasanya pas, enak di lidah. Oya, ini aku pesannya juga yang small karena cuma kepo aja. Tapi porsinya cukuplah, kecuali kalau lagi laper banget mending pesan regular sekalian.


Drink

Iced Lychee Tea 
(IDR 38k)

     Aku tadinya mau pesan Iced Green Tea Mojito karena lagi gerah banget di luar, eh tapi ternyata daun mint nya lagi kosong. Akhirnya aku kembali ke pesanan minuman andalan ku selain es jeruk, yaitu Iced Lychee Tea. Tapi ternyata mas-masnya nge-infoin kalau lychee nya pun habis, tapi nanya kalau buahnya diganti strawberry aku keberatan atau ngga. Since aku ngga masalah, jadi aku bilang gapapa untuk diganti strawberry.

     Pas dateng ternyata ada lychee nya satu biji, sisanya strawberry hahaha. Aku malah senang karena buahnya jadi variatif hahaha. Lychee tea nya pun enak, karena rasa lychee nya berasa tapi ngga kemanisan juga. Plus buah strawberrynya jadi bikin nilai plus sih, karena mixed sama satu lychee juga hihi.


Iced Maccha Milk 
(IDR 31k)

     Ini pesanannya Ichi dan ternyata enak, aku yang nagih hahaha. Jadi macchanya berasa dan minumannya pun ngga terlalu manis, pas deh. Manis tapi tetap segar, aku suka. Hampir aku sedot habis minuman Ichi, untung aku kadang-kadang masih tau diri :)


Genmaicha (Hot)
(IDR 25k)

     Ini juga pesanannya Ichi atas saran dari Vani (iya, Roosvansia yang kebetulan lagi video call sama kita saat itu hehe). Ichi suka sama Genmaicha ini, jadi ini roasted brown rice green tea gitu. Bedanya sama ocha biasa ya Genmaicha ini mengandung brown rice yang di panggang. Rasa roasted-nya berasa kalau kata Ichi. Aku sendiri ngga nyobain karena aku emang bukan penggemar ocha ataupun teh tawar lainnya. 




Dessert

Maccha Daifuku 
(IDR 26k)

     Jujur pas mesen desert aku agak sedih sih, soalnya desert yang aku dan Ichi incar ternyata ngga ada, sediiihhh. Kalau aku awalnya kepo sama Maccha Pound Cake-nya, sementara Ichi kepo sama Anin Tofu / Maccha Pudingnya. Sayangnya lagi ngga ada, dan yang ada tu cuma Maccha Daifuku sama apa gitu aku lupa. Akhirnya aku pesen Maccha Daifuku aja. Karena aku lumayan suka mochi dan ini rasanya green tea + red bean gitu.



     Walaupun ngga dapat desert yang udah aku kepo-in, tapi seengganya si Maccha Daifuku ini enak! Kulit mochinya kenyal dan lembut, berasa juga green teanya. Sementara fillingnya, red beannya pun lembut dan manisnya pas (aku emang ngga suka manis berlebihan, makanya sesuatu yang manisnya pas itu nilai plus banget buat aku hehe).


OVERALL SATISFACTION

     Overall, pengalaman ku makan di Chin-Ma-Ya ini enak dan cukup memorable. Selain tempatnya yang cozy banget (Isa friendly banget karena ruang tataminya cukup gede buat dia gratakin), makanannya juga enak-enak, kaldu-kaldu ramennya itu mantep karena rich banget rasanya. Sumpah jadi kepo mau balik lagi buat nyobain menu lainnya, terutama mau nyobain desert yang ngga kesampaian hahaha.

     Pastinya kalau ke daerah serpong lagi dan ada waktu pengen banget mampir lagi sama Ichi dan Isa. Karena udah tau ruang tataminya enak buat family gitu. Pelayanan di sana pun cukup friendly dan cepat penyajian makanannya. Kalau kamu suka ramen, kamu musti deh nyobain makan di Chin-Ma-Ya, ngga bakal nyesal, karena harganya pun bersaing kok! Aku rekomendasi banget buat kalian penyuka ramen buat mampir!

Overall Rating: 4/5

---


     Sekian review ku kali ini, kalau kamu mau tau lebih lanjut bisa langsung cek sosial media-nya Chin-Ma-Ya di sini:
   

Love,
Auzola


4 comments:

  1. Tempatnya keren. Buka sampai jam 12 malam juga. Boleh nih, kapan-kapan dicoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, bukanya juga lama dan makanannya enak2 hehe, cus dicobain <3

      Delete
  2. Suasananya enakkkk ya hihihihi. Ochelynn aja blm pernah kesana lohhh tapi si lucu Isa udahhh ahh aku envy hihihi. Btw gw jd laper kan liat fotonya huuhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi yuk bareng kita kesanaaaa, play date sama foto2 cancik <3

      Delete